Showing posts with label a tribute. Show all posts
Showing posts with label a tribute. Show all posts

Sunday, May 1, 2011

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits (4)

-CANTIKNYA DERITA "HITAM"-

kejayaan yang ada di bendera hati..semakin tersayat, terhina akan langkah yang menjauh rasanya...kalimat syahdu akan trauma yang dimiliki...haruskah kurengkuh, kupetik biar terasa akan sarinya...HITAM itu mempesonakan diriku..begitu indah seperti bintang yang gemerlap ditelan temaramnya bula..mahligai pelita sanggupkah isi hati ini...akhirnya kurasakan cinta yang indah itu...

- TERANGNYA ARTI "HITAM" DUNIA -

sebuah keindahan tergores dalam ingatan...tak sadar bahwa mata indah itu di sudut ruang..yakinkan senyuman ini beribu arti...karena kuyakin akan terkulai sendiri...HITAM itu merambah suasana hati ..yang mampu sadarkan arti dari pelangi...untaian panjang mewangikan cintaku...mengiringi bukti derasnya degup jantung...hampir hilang kesadaran jiwaku..napas spiritualisme ini menggerakkanku...masih kuingat mata ini...karenanya menebarkan akan fantasi...HITAM itu memadamkan semua kilauan...langkah itu menerawangkan desir mimpi...halusnya tandingi dari melati...temaram bintang melapangkan angan...haruskah kurengkuh hanya untuk kupersembahkan! Alunan katanya menenangkan hati...seperti menambah usiaku sehari lagi...Insan lupa mengenali diri sendiri...bahwa HITAM itu sangatlah berarti...kuharap bidadari pun mengerti, bahwa hanya sayang ini yang kumiliki...


-INDIZIDNINDIZIDNI-
Akhir Mei 2001..langi jatuh cinta..dengan "HITAM"

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits (3)

Z memberi saya karyanya yang baru..
he just realized something..something old but new..something that woke him up to see..that he's actually in love..wish him for the best..always..

Jadikan senyuman sebagai penambah kekekalan jiwa
Ego yang tertanam kan pudar karena usia
Puaskan luapan penuh canda
Imajinasi putih yang dihadapan sempurnakan keceriaan
Walaupun terasa pelik dengan kemolekan bahasa santun
Semua insan kan terkulai hadapi kenyataan
Kesadaran pun akan tercurahkan...
Di garis batas itu akan kau temui yang sesungguhnya dari arti
apa itu cinta yang abadi..!
Senyuman yang membuatku terkulai tertunduk
Untaian terindah yang akankah kumiliki?!?!
Masa lalu yang dibungkus dengan getaran hati
Untuk ungkapkan berjuta-juta kasih...
Fisik yang bersentuhan, serasa ingin meregang
Menyiratkan akan keelokannya
Namun haruskah langkah ini menjadi tambah berat disertai setumpuk rahasia yang sudah terungkap transparan
Keluh kisah dirinya memacu banyaknya harapan
Mungkinkah untaian dalam genggaman sanubari ini mengeras, merana, merasakan halusnya belaian..

-Kelas Agraria, pagi, 26 April 2001-

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits (2)

Oleh Zidni...lewat tangan Nita...
bahka ketika tangan ini menari di atas kertas, dan mata ini menyusuri kata demi kata, juga saat pintu rasa ini saya buka lebar-lebar..masih tidak bisa menangkap wujud gelisah yang dirasakan oleh teman baik saya ini.. :)

Bujuk diri tuk hinggapi perasaan menjiwai kepercayaan yang pernah dan selalu ada.
Hirupi kebijakan yang terasa memberatkan hati karena itu awal dari mencapai hasil yang terasa bisa menyejukkan asa.
Bantu aku tuk lari dari rasa yang bisa dihilangkan karena semua keblingsatan yang percuma tanpa hasil tanpa jelitanya kan semua hari.
Pelita ini bosan, gundah, untuk merasakan jeratan yang diberikan olehnya.
Tolong raih tangan ini. Tolong taruh tangan ini dipundakmu, karena kuperlu dukungan yang bisa memberi harapan dan angan-angan itu.


4 someone who miss someone!! (17:05, Jl. Salemba)

Mimpi tak sanggup beri arti hidup / Mimpi hanya sebuah fatamorgana / Mimpi bisa membersitkan senyuman / Jangan kau gapai mimpi / Jangan sampai tersentuh oleh mimpi / Ketika kau jemput penyesalan / Kan kau hirup dalamny kehampaan / Usah kau bohongi relung jiwa / Karena menambah alur denyut nadi yang sesak / Hampiri mimpi sebagai bunga tidur / Anggap itu sebagai pelita malam hari / Dengan adanya jutaan asa / Tumpukan keinginan..Untaian surga.. Dunia pun terlupa / Tersingkaplah untukmu / Petikan dunia...



Saturday, February 19, 2011

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits

12 February 2011, can be considered as culmination day for my dearest friends, Anggie and Zidni, as they finally thight their soul to each other and realize that growing old together is something that they've been wanted to do in very long time.

Buku Biru, maybe one of the soulful witnesses of how much Z has grown his feelings toward A since our college time, since 10 years ago...Now, they probably can build a set of encyclopedia with their stories. Some of the writings here are Buku Biru tribute to them, all of them taken from Z's thoughts..a pure expression in Witty words..ahh, enough said..

ZidnIngiNangiSedih 12 Maret 2001

layaknya sebuah kekecewaan yang dihantui oleh kegagalan, benturan fisik yang
disirami oleh peluh, tak sanggup merajah dan menusuk hati.
Pelukan hasrat terasa semakin menjauh, melayang serta menghilang ditelan derasnya awan.
Bisikan2 yang memekakkan telinga menembus segala keinginan.
Bilakah mimpi yang kumiliki sanggup merajuk ke dalam kemenangan.
Fantasi yang dipenuhi dengan kehampaan menghadirkan kesan semu indah. Akankah kutemui kepastian walaupun takkan kutemui
pelangi itu. Kuingin padamkan mimpi biar hilang semua nyanyian jiwa.

Adalah seorang jelita yang begitu mempengaruhi imajinasinya, bagaikan seekor kunang yang menjadi pelita di ruang gela jiwanya...begitu banyak yang ingin diungkapkan oleh temen baik gw ini, setiap kalimat yang diciptakan mengandung setitik rasa yang terkumpul menjadi ombak makna hatinya...lagi, Zidni mengungkapkan apa yang dia punya..seperti ini..


Untaian petikan kan janggal tuk beri arti
keharuman hati memberi nilai tersendiri
kecerahan mata datangkan apa maksud sebuah kilauan
karikatur raga menempuh jauh dari konstan hari2
yang seharusnya ada pelita dikemudian hari
Jutaan debu hidup tak sanggup menutupi kalbu
geraian tak terarah lengkapi cerita indah
dentuman intesitas ada untuk hadirkan gerah
perihku kan balutan lekukan.
Setetes peluh, kalimat keluh, senyuman tertabuh,
bangkitkan sengal napas harapan terbersit
inginkan seorang paruh jiwa.
Jangan biarkan sampai membiru kalbuku karena prinsip menyelimuti semua
Menjaga hati memberi arti nilai seorang belia.
Lari dari bayangannya mendekati bencana.
Hantam jiwa ini berharap lupakan seonggok cinta.
Karena "dia" tergaris sembab di wajah ini.
Kelembutannya cukup untuk berlalu. Ruang cinta terasa memojokkan,
Getaran akal membuatku semakin menggila. Penyesalan karena pengenalan?
Segenggam doa taburkan kenikmatan karena telah diberikan cinta.
Gemuruh rindu kembangkan beribu lintasan haru.
Trauma masa lalu seakan tameng untuk masuki ruang insan.
Hati tergugah takut, jangankan menunggu, bosan sudah melapuk,
perihku melanda, tangis mendera.
Cintaku kau kutunggu, walaupun cinta ini sudah membiru

-Sebuah Pelita Jelita - 03:25 AM