Thursday, September 8, 2011

Aku Tak Punya Sebutan Untukmu (for him who was..early 2011)

I didn't take this from the Buku Biru, the fingers were danced on the note of my social media account. This one is pretty special, for the first time after a very long time (according to me)..I felt like I finally can sigh and settle, like everything's right and proper, up until the very last second to our ending. This one is a complete funny exam from my best friend Life...and I failed...

aku tak punya sebutan untukmu

semua terasa benar...

ketika pada tempatnya adalah yang seharusnya...

maka yang berarti adalah yang tidak bernama...tidak berlebih..

aku tak punya gambaran untukmu

semua terasa benar...

ketika pada ujungnya pikir adalah tak berdaya...

maka yang berarti adalah yang sederhana...yang berasa..

aku tak punya catatan untukmu

semua terasa benar...

ketika yang bermain adalah jemari karena menari..

maka yang berarti adalah makna dari jiwa..sirat dari suara..

aku tak punya sebutan untukmu...semua terasa benar


- IBSP, 070311-

Gara-gara T.. (For Him Who Was...in 2010, and counting)

Ooowwh...how this 'all-out' character sometimes brings cursed to my life..
He's a friend, he clearly stated that, he's fully entitle to do that, he's sometimes such a jerk for doing that and things contrary at the same time..
I understand totally now, I accept the fact that for this one...Life only gives me the amusement, and for me the test my inner-masochism endurance :p
I love him enough to let him as it is...luckily I've reached that level before :) .. this one I wrote in the transition period..in order to understand..

Sungguh...sedih melahirkan kata..
Sedihku samar..tapi tak perlu dirasa untuk berasa
Bahagiaku nanar...kau perlu benar melihat agar terlihat
Senyumku datar...kau harus teliti agar megerti
Ceritaku berlatar...kau akan suka jka kau terbuka
Sayang ujungnya terluka...semoga tidak bersimpul duka

-dasar bule gila, 181010-

Senyum Itu Datang dan Pergi (For Him Who Was...in 2009)

Well...this one was a surprise, tell the truth it felt like a trophy for I still having my 'touch' :)
this happened so fast..so intense..so crazy..so hot..so f***ing non-sense, I lost..the moment I decided to use a small piece of my heart..

Entah apa yang istimewa..
tapi Jiwa bahagia...sekaligus hampa
Entah apa yang jadi rencana
tapi Jiwa rela berjalan untuknya...sekaligus merana
Ingin merasakan sesuatu yang tidak bisa
Ingin membuang sesuatu yang tidak sanggup
Ingin menyentuh sesuatu yang fana dan morgana
Ingin membakar semuanya...
Jiwa harus pergi..lagi..

-ML, kejutan untuk Jiwa, 010709-

For Him Who Was...in 2008

I remember I wrote this one with so much sadness, like when half of "you" went out side the window..this one stabbed me when I saw him leaving that night with taxi and I knew...things will never be the same between us..

We ended up pretty bad, he decided to quit and choose his safety net...but we both know, this was how we feel..

jiwa punya belahannya..benarkah? pantaskah?
jika tidak, pertanyaan timbul saat belahan jiwa mengalir jauh..
mengapa kosong tiba-tiba?
Apakah waktunya tiba? Apakah sudah gilirannya?
Jiwa terlalu lelah berharap...terlalu takut terbang..kali ini hanya semacam rasa
saat belahan jiwa mengalir jauh..
mengapa semua rasa tiada rasa?
benarkah?...pantaskah?..

-Bukit II TQ3, 301108-

Sunday, May 15, 2011

Menunggu adalah bijaksana :)

I must adore this one of our best friends so much...Time..

sesuatu yang bermula dan berakhir...tapi tidak benar-benar berakhir adalah waktu...salah satu dewa kehidupan...selain cinta, hidup, dan mati. Apapun itu...pintalan benang detik dan menit terus berjalan..pelan-pelan..konstan...berwarna merah, hitam, putih, dan biru...setidaknya seorang anak melihatnya begitu...terhipnotis
terkadang menunggu adalah sesuatu yang bijaksana, tidak mencari dengan mata atau telinga...tapi dengan jiwa..dan senyum..
Hidup adalah sahabat yang setia, masihkah? tentu...sahabat yang penuh kejutan...kecil dan besar...semua membuat kita terhenyak..menganga..tertawa..menangis..sakit..dan pada akhirnya..selalu tersenyum..dan berterima kasih..
Itulah hadiah...karena ada yang begitu menyayangi kita...dengan caranya..
Entah kenapa waktu menjadi sesuatu yang begitu penting...apa karena kesaktiannya yang bisa menyembuhkan segala? Atau karena fleksibilitasnya yang bisa melarutkan wujud apapun yang ada? Entah...pertanyaan yang menguras..toh sang Dewa sendiri tidak peduli, dia hanya menjalankan tugasnya...berjalan...
Benar...untuk sebagian jiwa..menunggu adalah sesuatu yang bijaksana, bukan dengan indera...tetapi dengan kalbu...ditemani harapan..dan senyum tentu saja.
Sederhana bukan? Memang hanya itu cara menghadapi kejutan..sahabat setia saya tidak akan mengeluh, karena itulah yang harus ia lakukan...memberi...
Sesuatu yang bermula dan berakhir...tapi tidak benar-benar berakhir, warnanya merah, terkadang putih, mungkin hitam atau menjadi biru..bagaimana kita melihatnya? terhipnotis..
Senyum dan berterima kasih...karena sahabat setia kita...pada akhirnya...tidak akan pernah selalu memberi kecewa...

-31.01.2002-

Kontaminasi Kesadaran

I always let my fingers dance on their own..i don't restrict them by think. They have their own music playing, called feel..and usually the music starts by sadness. As I look into pages of BukuBiru, i realized that sadness was not the only first note of the music, sometimes the fingers dance because of our best friends..called Life...and Time. Ohh..how we have been amazed, surprised, and hit by them, and i'm telling you, they don't go soft on us, I and the dance fingers :) but then...they also know that softness is not how we love to learn a lesson. I think this is one of those reactions my fingers made...

"apa jadinya kita tanpa sebuah kesadaran?"
Sebuah teori cinta terbukti...hidup memang tahu bahwa saya menyukai kejutan dan perubahan..sepahit apapun itu...seindah apapun..
Jika kita mencintai seseorang..kita justru mungkin amat membencinya...dan jika kita membenci seseorang...justru mungkin kita mencintainya...
"teori cinta yang aneh" kata saya, tapi diakui orang...dipuj sebagai suatu kebenaran...hasil formula kegilaan tentang cinta...kombinasi sempurna dari misteri hati mahluk yang paling sempurna dan disfungsi otak yang bereaksi ke penilaian hati...
Saya telah terkontaminasi...bagaimana? Saya bukan lagi bagian dari saraf-saraf kesadaran yang amat wajar...berada dalam sekat-sekat yang berbeda..cinta..benci..cinta..benci..saya kini terkontaminasi...
Saya belum pernah membenci seseorang..saya tidak tahu rasanya jatuh cinta..tapi saya menyayangi seseorang dengan sangat...
Saya tidak ingin memakai kata "cinta"...saya takut...tidak siap.
Bahkan tanpa itu pun saya menyadari, saya telah terkontaminasi. Saya tahu rasanya membenci...benci karena sangat sayang!
Inilah disfungsi otak saya...entah bagian mana...misteri hati? iya...
Cinta..benci..cinta..benci..perbedaan yang sangat tipis..
Masih berada di saraf-saraf kesadaran? Masih berada di sekat? Masih amat wajar? bersyukurlah...dan bersiap, karena Hidup sahabat setia saya akan dengan senang hati memberi hadiah dan senyum anehnya.."saya akan ambil semuanya"
Saya kini terkontaminasi...seperti tanpa sebuah kesadaran...teori disebut teori sebagai pengakuan...dipuja sebagai kebenaran...dan saya menyukai kejutan...
Saat ini...saya begitu membenci..karena saya sangat menyayangi..

-Oktober'01-

Sunday, May 1, 2011

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits (4)

-CANTIKNYA DERITA "HITAM"-

kejayaan yang ada di bendera hati..semakin tersayat, terhina akan langkah yang menjauh rasanya...kalimat syahdu akan trauma yang dimiliki...haruskah kurengkuh, kupetik biar terasa akan sarinya...HITAM itu mempesonakan diriku..begitu indah seperti bintang yang gemerlap ditelan temaramnya bula..mahligai pelita sanggupkah isi hati ini...akhirnya kurasakan cinta yang indah itu...

- TERANGNYA ARTI "HITAM" DUNIA -

sebuah keindahan tergores dalam ingatan...tak sadar bahwa mata indah itu di sudut ruang..yakinkan senyuman ini beribu arti...karena kuyakin akan terkulai sendiri...HITAM itu merambah suasana hati ..yang mampu sadarkan arti dari pelangi...untaian panjang mewangikan cintaku...mengiringi bukti derasnya degup jantung...hampir hilang kesadaran jiwaku..napas spiritualisme ini menggerakkanku...masih kuingat mata ini...karenanya menebarkan akan fantasi...HITAM itu memadamkan semua kilauan...langkah itu menerawangkan desir mimpi...halusnya tandingi dari melati...temaram bintang melapangkan angan...haruskah kurengkuh hanya untuk kupersembahkan! Alunan katanya menenangkan hati...seperti menambah usiaku sehari lagi...Insan lupa mengenali diri sendiri...bahwa HITAM itu sangatlah berarti...kuharap bidadari pun mengerti, bahwa hanya sayang ini yang kumiliki...


-INDIZIDNINDIZIDNI-
Akhir Mei 2001..langi jatuh cinta..dengan "HITAM"