Sunday, May 1, 2011

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits (3)

Z memberi saya karyanya yang baru..
he just realized something..something old but new..something that woke him up to see..that he's actually in love..wish him for the best..always..

Jadikan senyuman sebagai penambah kekekalan jiwa
Ego yang tertanam kan pudar karena usia
Puaskan luapan penuh canda
Imajinasi putih yang dihadapan sempurnakan keceriaan
Walaupun terasa pelik dengan kemolekan bahasa santun
Semua insan kan terkulai hadapi kenyataan
Kesadaran pun akan tercurahkan...
Di garis batas itu akan kau temui yang sesungguhnya dari arti
apa itu cinta yang abadi..!
Senyuman yang membuatku terkulai tertunduk
Untaian terindah yang akankah kumiliki?!?!
Masa lalu yang dibungkus dengan getaran hati
Untuk ungkapkan berjuta-juta kasih...
Fisik yang bersentuhan, serasa ingin meregang
Menyiratkan akan keelokannya
Namun haruskah langkah ini menjadi tambah berat disertai setumpuk rahasia yang sudah terungkap transparan
Keluh kisah dirinya memacu banyaknya harapan
Mungkinkah untaian dalam genggaman sanubari ini mengeras, merana, merasakan halusnya belaian..

-Kelas Agraria, pagi, 26 April 2001-

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits (2)

Oleh Zidni...lewat tangan Nita...
bahka ketika tangan ini menari di atas kertas, dan mata ini menyusuri kata demi kata, juga saat pintu rasa ini saya buka lebar-lebar..masih tidak bisa menangkap wujud gelisah yang dirasakan oleh teman baik saya ini.. :)

Bujuk diri tuk hinggapi perasaan menjiwai kepercayaan yang pernah dan selalu ada.
Hirupi kebijakan yang terasa memberatkan hati karena itu awal dari mencapai hasil yang terasa bisa menyejukkan asa.
Bantu aku tuk lari dari rasa yang bisa dihilangkan karena semua keblingsatan yang percuma tanpa hasil tanpa jelitanya kan semua hari.
Pelita ini bosan, gundah, untuk merasakan jeratan yang diberikan olehnya.
Tolong raih tangan ini. Tolong taruh tangan ini dipundakmu, karena kuperlu dukungan yang bisa memberi harapan dan angan-angan itu.


4 someone who miss someone!! (17:05, Jl. Salemba)

Mimpi tak sanggup beri arti hidup / Mimpi hanya sebuah fatamorgana / Mimpi bisa membersitkan senyuman / Jangan kau gapai mimpi / Jangan sampai tersentuh oleh mimpi / Ketika kau jemput penyesalan / Kan kau hirup dalamny kehampaan / Usah kau bohongi relung jiwa / Karena menambah alur denyut nadi yang sesak / Hampiri mimpi sebagai bunga tidur / Anggap itu sebagai pelita malam hari / Dengan adanya jutaan asa / Tumpukan keinginan..Untaian surga.. Dunia pun terlupa / Tersingkaplah untukmu / Petikan dunia...



Saturday, February 19, 2011

Tribute to @DJ_ayus and @LilFishtwits

12 February 2011, can be considered as culmination day for my dearest friends, Anggie and Zidni, as they finally thight their soul to each other and realize that growing old together is something that they've been wanted to do in very long time.

Buku Biru, maybe one of the soulful witnesses of how much Z has grown his feelings toward A since our college time, since 10 years ago...Now, they probably can build a set of encyclopedia with their stories. Some of the writings here are Buku Biru tribute to them, all of them taken from Z's thoughts..a pure expression in Witty words..ahh, enough said..

ZidnIngiNangiSedih 12 Maret 2001

layaknya sebuah kekecewaan yang dihantui oleh kegagalan, benturan fisik yang
disirami oleh peluh, tak sanggup merajah dan menusuk hati.
Pelukan hasrat terasa semakin menjauh, melayang serta menghilang ditelan derasnya awan.
Bisikan2 yang memekakkan telinga menembus segala keinginan.
Bilakah mimpi yang kumiliki sanggup merajuk ke dalam kemenangan.
Fantasi yang dipenuhi dengan kehampaan menghadirkan kesan semu indah. Akankah kutemui kepastian walaupun takkan kutemui
pelangi itu. Kuingin padamkan mimpi biar hilang semua nyanyian jiwa.

Adalah seorang jelita yang begitu mempengaruhi imajinasinya, bagaikan seekor kunang yang menjadi pelita di ruang gela jiwanya...begitu banyak yang ingin diungkapkan oleh temen baik gw ini, setiap kalimat yang diciptakan mengandung setitik rasa yang terkumpul menjadi ombak makna hatinya...lagi, Zidni mengungkapkan apa yang dia punya..seperti ini..


Untaian petikan kan janggal tuk beri arti
keharuman hati memberi nilai tersendiri
kecerahan mata datangkan apa maksud sebuah kilauan
karikatur raga menempuh jauh dari konstan hari2
yang seharusnya ada pelita dikemudian hari
Jutaan debu hidup tak sanggup menutupi kalbu
geraian tak terarah lengkapi cerita indah
dentuman intesitas ada untuk hadirkan gerah
perihku kan balutan lekukan.
Setetes peluh, kalimat keluh, senyuman tertabuh,
bangkitkan sengal napas harapan terbersit
inginkan seorang paruh jiwa.
Jangan biarkan sampai membiru kalbuku karena prinsip menyelimuti semua
Menjaga hati memberi arti nilai seorang belia.
Lari dari bayangannya mendekati bencana.
Hantam jiwa ini berharap lupakan seonggok cinta.
Karena "dia" tergaris sembab di wajah ini.
Kelembutannya cukup untuk berlalu. Ruang cinta terasa memojokkan,
Getaran akal membuatku semakin menggila. Penyesalan karena pengenalan?
Segenggam doa taburkan kenikmatan karena telah diberikan cinta.
Gemuruh rindu kembangkan beribu lintasan haru.
Trauma masa lalu seakan tameng untuk masuki ruang insan.
Hati tergugah takut, jangankan menunggu, bosan sudah melapuk,
perihku melanda, tangis mendera.
Cintaku kau kutunggu, walaupun cinta ini sudah membiru

-Sebuah Pelita Jelita - 03:25 AM

the one you thought your half..

nothing really moves me now remembering this person, all i know is, he has moved me a lot! back then...showed up out of nowhere, zipping into my casual relationship with our other friends...he's a Leo, that explains :)

we thought we were each other's half, that we have found each other and nothing was more fit..soon we..or I found out that all of those were bullshit. I went through the joy of pain, a crash course of love, and the simply hell...

me being this upfront? no more poetic phrases? well...thanks this person, I also learned to numb the heart and not to believe in such things called love. It is amazing how confusion and sadness can drove my finger dancing like this..another story, writings on Buku Biru..

Pagi Yang Menggetarkan, 09:05, Amazing GH

"Mana yang lebih menggetarkan?
saraf yang disapu gelombang...atau hati yang diserang ombak?
Mana yang seharusnya bekerja?
Otak yang sedang rusak...atau hati yang sedang sakit?
Mana yang seharusnya bertahan?
Jantung yang berdetak lebih cepat..atau otak yang yang berputar lebih kencang?
Gemetar setiap pori jiwa karena dzat yang terhenti hanya sementara
Keras bertahan erat hati jiwa agar tidak terguncang dan terlempar..
Mana yang seharusnya?"


191008, 12PM (GH)

Siapa kau sebenarnya?
Merasuk seperti hantu
Menerjang deras menguras pasir Jiwa
Kau..ombak..tak pernah berhenti datang
Siapa kau sebenarnya?
Mau apa sahabatku dengan membawamu..
Merayap meresap pelan...merembes menempel..
Kau..ombak..bergulung-gulung..memelukku..kewalahan
Apa maksudmu, apa artinya sang Avatar kembali menegur Jiwa
Apakah kurang kuat?
apakah jiwa yang sumbang harus diberi pelajaran?
Inikah kelas baru..cepat..deras..keras..dan indah..
Apalagi rencananya sahabat Jiwa?
apakah kau masih ingin tertawa-tawa? Siapa yang kau bawa?
Akan sakit derunya? Akankah Jiwa hampa digantikan angin?
Haruskah tapak Jiwa hilang perlahan tergerus tarikan napasnya?
...terambil buih air matanya...

Sunday, September 12, 2010

Maret 2006...

kesedihan menjelma dalam bentuk yang berbeda kali ini...
begitu banyak yang berubah, yang terlewati, yang terkikis,
yang terbangun...jiwa telah begitu dewasa
pikir akan menari lagi dengan kehalusan rasa sedih semula
tak menjadi agenda hidup jiwa
dengan segala cela...noktah dan keloknya, jiwa bahagia...
sampai sahabat jiwa berkata...
kini giliranmu menjadi bintang
sosok itu..bentuk yang rapuh dan polos, seperti jiwa dahulu
mengenal rasa yang maha dasyat, membuat luka menjadi bahagia...
mengenal perih yang tertawa...jiwa terkutuk hasratnya
pemujaan...ungkapan kasar sekaligus indah
karena melahirkan buncah senyum dan gelora
begitu berlimpah cintanya...
jiwa adalah bintangnya...dan sosok itu mengulang sejarah
sayangnya kali ini sahabat jiwa bermain terlalu lama dan
sulit...tembok itu...jarak itu...pisah itu...adalah mustahil
jiwa kembali luka, ini entah rencana siapa
hasrat jiwa membentuk gelombang kebimbangan dan sayang
seperti tercabut separuh napas...
ujung jalan harus dipilih...sungguh tak menyenangkan
sosok yang terbuka dan teluka...
entah apa kata jiwanya malam ini
mungkin sedang mengutuk sahabatnya...
mungkin sedang tersenyum tenang sambil melepas sayangnya...
perih yang tertawa
sudahlah sahabat jiwa...entah apa pelajaran kali ini
selain kesedihan dan sayang yang hanya singgah parkir sesaat
namun menjejak dalam penuh amalan dan letupan...
jiwa kali ini egois...
namun terlalu egois untuk mengaku egois
dan tidak berlaku egois...
begitu tidak adil kali ini...
penyesalan yang tidak ingin diumbar...
karena hasrat itu..terlalu indah
R, I wrote that much..for you

Passion in the past

This weekend I learned about finding my passions, and defining purpose in life, and what actions to take in order to make such mission. Passions, things that i've been wanting to seek since I knew the feeling of uncomfortable and wanting-to-breakthrough in the job that im currently in. Today I learned, that at least...in the past, writting is one of them, because otherwise I wouldn't believe that these were written by a sad sorrow of mine, sometime back in 2006.
My dearest R, that time, this is how much you affected me:
tangan jiwa kembali menari
tergerak irisan musik rasa yang berlebihan
jiwa jatuh bahagia...lebih dari cinta
bahagia yang menguras tetes tetes hati
mencandu jiwa dibuat...merangkak jiwa memohon
jangan pergi...
bahagia yang berasa...kini tersadar asanya
bahwa jiwa bahagia adalah indah...tapi tak bisa ada
jiwa terperas hingga kecil seperti debu
tertiup seperti bulu halus perudu
hanya ini yang buat jiwa kembali menari
memang kesedihan melahirkan kata...itu selalu betul
pernahkah kau bahagia...karena kau bahagia?
cukup dia ada...sebutkan semua bahan bakar
yang kita punya
akan terinjeksi semua
terbayangkah kau apa jadinya tanpa bahagia?
dia cukup berpaling..sebutkan semua sebab kita menangis
akan terpenuhi semua
bagitu dasyatnya bahagia...tersenyum kau tak habis...
terluka kau tak sembuh...tak ada yang rumit..
kau hanya berkeliling tak henti

Tuesday, August 17, 2010

a thank you note

It's funny how time slips away..flies..runs...never stop amaze by how this avatar of mine leaving everything behind as it likes and still nobody can't hate it..and I worship it. It is been so long since my last writing from buku biru..oh how this book missed its contain being let out, a new friend of mine who showed up from nowhere into my account reminds me the existence of this pages....for that I thank u, sir :)
Then today..the buku biru was opened, I turned the pages slow...can't help smiling of the thoughts I've had in pasts, here's one of them...I must be pretty sad back then :), in September 2002
ringkih raga terduduk terdiam diantara waktu-waktu
yang berjalan dan terhenti...
kata-kata terus mengalir menemani kosong dan isi..mulai pelan...
begitu banyak yang jiwa punya untuk sebuah kesederhanaan
yang kini tidak lagi sederhana...akankah cukup?
ingin menetapkan langkah sendirian...
seperti saat tidak butuh apa siapa..
tetapi tertahan oleh entah darimana dan sejak kapan..
ingin waktu ini berjalan sendirian..
jiwa yang berkehendak...
nyata atau hanya gejolak yang kemudian meletup...
yang pasti ingin sekali...
suara-suara sumbang yang mengeras menegangkan syaraf jiwa...
akankah berhenti?
sedih dan kosong...melahirkan kata...
gemuruh dan keheningan membaur...
bunyikan nada aneh ruang hampa
entah apa kata jiwa saat ini...
menikmati kesepian...mengutuk kekosongan..
ada suara-suara sumbang tak berwajah...
dentum-dentum kecanggihan yang samar..
denting-denting air menimpa bumi...
sungguh! maklum jiwa luar biasa...
benar-benar besar penerimaan celah sang sederhana...
entah apa kata orang-orang lain..
mungkin iba..mengejek..tertawa..
jiwa terdiam...kosong...entah..